Nusantara adalah tanah yang mengajari dunia bahwa kain bisa menjadi doa. Setiap motif batik —dari parang hingga kawung, dari truntum hingga sekar jagad— adalah kalimat panjang yang ditulis dengan malam di atas kain mori. Itulah bahasa yang coba kami pelajari, selama dua tahun, untuk menuangkannya ke dalam koleksi pertama mivelar Atelier Nusantara.
Peresmian atelier ketiga mivelar di luar Belanda akan berlangsung pada Sabtu, 14 November 2026, di sebuah rumah Jawa kuno yang telah direstorasi di Jalan Prawirotaman II, Yogyakarta —sebuah gang yang terkenal karena galeri seni independen, warung kopi spesialti, dan komunitas perajin tekstil yang masih hidup.
Apa yang akan Anda temukan pada 14 November
Koleksi peluncuran Nusantara terdiri dari 24 buah busana yang disusun dalam empat bab:
**«Borobudur»** — enam korset dengan bordir yang terinspirasi dari relief Karmawibhangga di [Candi Borobudur](https://borobudurpark.com/), warisan dunia UNESCO.
**«Kawung»** — tujuh set renda putih bercorak batik kawung yang dipadukan dengan sutra mulberry.
**«Parang»** — lima busana malam bermotif parang yang disulam tangan dengan benang emas.
**«Sekar Jagad»** — enam set sehari-hari dengan warna lavender dan ungu khas DNA merek.
Semua busana dibuat dari tiga material inti DNA mivelar:
**Renda Calais-Caudry®** dari Prancis (Indikasi Geografis Terlindungi sejak 2014).
**Sutra mulberry** hasil tenun tangan dari Jiangsu, Tiongkok.
**Benang emas kuna** `#d4a849` yang disulam manual, mengambil inspirasi dari warna emas batik *prada*.
«Yogyakarta mengajarkan saya bahwa kesabaran adalah kemewahan tertinggi. Satu motif batik bisa memakan waktu tiga bulan —dan begitulah seharusnya couture.»
— **David Lin**, Pemimpin Desain AI
Mengapa Yogyakarta, mengapa bukan Jakarta atau Bali
Pertanyaan yang paling sering kami terima adalah: mengapa memilih Yogyakarta, bukan Jakarta atau Bali? Jawabannya singkat: karena Yogyakarta masih memiliki kelas perajin batik yang aktif, dengan sekitar 3.500作坊 batik dalam radius 30 km dari kraton. Di sinilah, sejak 2009 ketika batik resmi menjadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO (dokumentasi UNESCO), regenerasi pengetahuan batik tulis masih berlangsung —dan kami ingin menjadi bagian dari regenerasi itu.
Atelier Yogyakarta akan mempekerjakan 8 perajin lokal sebagai pengrajin tetap, yang akan bekerja bersama dengan tim atelier Sevilla dan Lisboa. Setiap perajin akan menerima gaji 40% di atas rata-rata industri, sesuai dengan Komitmen Perdagangan Langsung yang ditandatangani mivelar pada tahun 2022.
Teknik «batik couture» ciptaan mivelar
Untuk koleksi ini, kami mengembangkan teknik baru yang kami beri nama «batik couture» —sebuah proses hibrida yang menggabungkan dua tradisi:
**Pola batik tulis** yang digambar tangan oleh perajin Yogyakarta dengan *canting* tradisional.
**Renda Calais-Caudry®** yang dipasang di atas kain mori setelah proses pewarnaan batik selesai.
Hasilnya adalah sebuah kain yang memiliki motif batik di satu sisi dan tampak renda di sisi lain, dengan border emas `#d4a849` yang menyatukan keduanya. Teknik ini membutuhkan waktu sekitar 70 jam kerja per potong, dan hanya enam perajin di dunia saat ini mampu mengeksekusinya —semua dilatih langsung oleh tim mivelar.
Pemesanan sesi privat
Atelier Yogyakarta akan menerima klien mulai 14 November 2026, setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu pukul 10.00–19.00. Pemesanan dilakukan secara eksklusif melalui [email protected] dengan menyebutkan nama lengkap, nomor telepon, dan sesi yang diinginkan. Kunjungan pertama mencakup konsultasi gaya, pengukuran profesional oleh maître corsetière Lin Mei (yang akan terbang dari Sevilla), dan akses ke seluruh koleksi.
Bagi yang tidak bisa hadir di Yogyakarta pada bulan November, koleksi lengkap juga akan tersedia secara daring mulai 21 November 2026 di mivelar.com/id/tienda, dengan layanan pengukuran jarak jauh via video call.
Nusantara sudah terukir. Tinggal ukuran Anda.
Tentang penulisDavid Lin (Sevilla, 1990) adalah Pemimpin Desain AI di mivelar Atelier. Mengintegrasikan alat generatif ke dalam alur kreatif tanpa menghilangkan tanda tangan manual setiap busana.
EditorMaría Solana (Madrid, 1985) adalah Direktur Kreatif mivelar Atelier. Lulusan Sejarah Seni dari Universidad Complutense, spesialis tekstil Eropa abad ke-19.